• Home
  • About
  • Contact
    • Mail
  • She Talks Football
  • Untuk Nadhira
Powered by Blogger.
facebook twitter instagram

encyclopedhira

"Ya Allah, sedikit lagi,"
"Bu, remedialnya kapan?"
"Nomor ini gimana caranya sih?"
"Yes, ngasalnya bener!"

Begitulah macam-macam ekspresiku setelah menghadapi ulangan, terlebih pada mata pelajaran menyenangkan sekaligus menakutkan, bernama matematika.

Aku yang sekarang, bukan seperti dulu. Dahulu, dengan mudahnya aku meraih nilai diatas 90 pada mata pelajaran matematika. Tak perlu belajar keras, nilai 95 sudah ditangan. Pun dengan mata pelajaran lainnya. Walaupun aku tak begitu suka mata pelajaran IPS, nilai yang kudapatkan tak kurang dari 80. 

Ya, itu dulu. Jauh sebelum aku berseragam putih abu-abu. Jauh sebelum aku menginjakkan kaki di bumi Insan Cendekia.

Sebenarnya, belajar di sekolah ini, tak ubahnya dengan belajar di sekolah lainnya. Guru mengajar, murid menanya, guru membuat soal, murid menjawab. Terlihat simpel. Namun, entah mengapa, belajar di Insan Cendekia, -terlihat- lebih sulit. Matematika, sudah pasti. Fisika, kadang-kadang. Biologi, kelas 10 ini masih lumayan. Kimia, semester 2 cukup memusingkan. B. Indonesia, selalu menjebak. B. Arab, duh aku bukan lulusan madrasah ataupun pesantren. Fiqih, terlihat serupa tapi tak sama. Bahkan penjaskes, benar-benar menguras tenaga.

Matematika. Mata pelajaran satu ini, nilai diatas KKM bisa dihitung jari. Mungkin, satu semester sekali (hehe). Bukan karena  aku tak bisa, melainkan membutuhkan pemikiran pemikiran super kreatif dalam memecahkannya. Bukan karena tidak belajar, (kalau rajin) aku bahkan belajar hingga jam 2 malam. Tapi, aku mendapat pelajaran berharga dari mengikuti remedial. Aku tahu dimana letak kesalahanku, supaya aku tak mengulanginya di ujian berikutnya. 

Jangan berpikir aku tak pernah dapat nilai bagus pada pelajaran ini. Alhamdulillah, nilaiku melonjak drastis, saat ujian akhir semester. Di semester 1 dan 2, aku mendapat nilai berkepala 9. 

Biologi. Mata pelajaran ini sungguh mengasyikkan. Aku tak bohong. Walaupun materi yang berupa hafalan dan pemahaman sangatlah banyak, aku menikmati mempelajari biologi. 5 kingdom dibabat habis dalam 2 semester. Bahkan menghabiskan waktu 3 bulan membahas 9 filum Animalia. Menyenangkan, namun di saat yang bersamaan dapat memusingkan. Biasanya, karena ingatan akan satu materi dan materi lainnya tercampur. Antara skifistoma dan Schistosoma, antara miselium dan mirasidium, antara protozoa dan parazoa. Satu hal yang ditunggu pada pelajaran biologi tak lain tak bukan pasti percobaannya. Mulai dari mengembangbiakkan bakteri, hingga membedah cacing. Dan alhamdulillah, nilai ulangan harian biologiku selalu diatas KKM, walaupun beberapa nilai menyerempet angka 75.

Fisika dan kimia. 2 pelajaran yang bisa kusebut kakak beradik. Karena tak hanya tentang teori, namun banyak hitung menghitungnya. Sebetulnya aku menyukai kedua mata pelajaran ini. Namun, semangat mempelajarinya bergantung pada siapa yang mengajar. Untungnya, di semester 2, aku menyukai metode guru yang mengajar. Walaupun pada ulangan tata nama senyawa dan konsep mol aku remedial, walaupun pada ulangan fluida statis aku nyaris lulus, aku tetap menikmatinya.

Aku bersyukur IC memberlakukan kurikulum 2013 pada tahun ajaranku. Kelas 10 sudah dijuruskan, IPA atau IPS. Jadi, tak perlu lah aku berpusing ria dengan rumus-rumua fisika, nama ilmiah biologi, unsur-senyawa kimia, dan disaat bersamaan menghadapi grafik inflasi ekonomi, penelitian-penelitian sosiologi, hingga arus-arus sungai geografi.

Penjaskes. Pelajaran yang satu ini cukup ditunggu, karena saatnya menghirup udara segar setelah penat belajar di kelas. Bersama guru olahraga yang sudah kuanggap teman, pelajaran ini sangat menyenangkan, walaupun tentunya melelahkan. Mulai dari softball, basket, atletik, tenis meja, hingga senam kesehatan jasmani tak pernah bosan untuk diikuti.

Satu pelajaran lagi yang (mungkin) menjadi mata pelajaran terfavorit seantero Insan Cendekia, pelajaran kesenian! Cukup membawa tas berisi uang untuk jajan, atau menenteng gitar sambil mendendangkannya bersama kawan. Dilaksanakan di akhir pekan, menambah semangat mengikuti pelajaran kesenian setelah 5 hari berkutat dengan buku-buku pelajaran.

Ada 4 mata kesenian di Insan Cendekia, dimana masing-masing siswa hanya boleh memilih 1 mata kesenian, pertahun. Seni lukis, seni musik, seni suara, dan desain grafis. Aku mengikuti kelas desain grafis. Bertempat di laboratorium komputer yang ber-AC, menambah kenyamanan untuk duduk berlama-lama di depan layar monitor. Apalagi internet gratisnya. Disana aku belajar aplikasi Corel Draw, dimulai dari nol. Berbagai desain telah kubuat. Sebut saja desain kartu nama, logo, poster, sampai desain mouse pad pernah aku gambar. Masih pemula, masih harus banyak belajar.

Bicara akademik di IC memang tak ada habisnya. Prestasi dibidang akademik lah yang membuat nama Insan Cendekia melambung di udara. Aku belum ada apa-apanya dibanding mereka yang sudah meraih berbagai macam titel olimpiade. Tapi aku akan berusaha, mengembangkan bakat dan potensiku di sini, di tempat perjuangan ini.
Share
Tweet
Pin
Share
1 comments
Aku yang dulu, tinggal 24 jam di rumah.
Aku yang dulu, pergi ke sekolah diantar becak.
Aku yang dulu, dapat menonton teve sepuasnya.
Aku yang dulu, tak pernah keluar rumah.
Aku yang dulu, tak pernah melihat indahnya langit malam.
Aku yang dulu, tak pernah mencuci sendiri.
Aku yang dulu, jika ingin membeli sesuatu tinggal katakan pada Bunda.
Aku yang dulu, handphone bisa di tangan setiap waktu.
Aku yang dulu, jarang olahraga.

Namun...

Aku yang sekarang, 24 jam tinggal di asrama.
Aku yang sekarang, dengan santai berjalan kaki menuju sekolah.
Aku yang sekarang, modus jajan di kopinma, padahal niatnya nonton teve liat berita.
Aku yang sekarang, mau tak mau pasti akan keluar asrama.
Aku yang sekarang, terpukau dengan cantiknya sang bulan saat subuh.
Aku yang sekarang, ya walaupun laundry, tak menghalangiku untuk belajar mencuci.
Aku yang sekarang, harus hemat sini hemat sana.
Aku yang sekarang, menyentuh handphone tunggu liburan dulu.
Aku yang sekarang, masih jarang olahraga. Tapi, akan berusaha agar lebih sering berolahraga, hehe.

Tak terasa, sudah 1 tahun aku berada di Insan Cendekia. Belajar, bermain, hingga tidur aku habiskan waktu di penjara suci ini. Bukan waktu yang singkat, dan pasti banyak rintangannya. Tapi, aku ingat, selalu ada tangan yang menengadah setiap malamnya, mengharap kesuksesanku padaNya. Selalu ada tangan yang siap membantu dalam hal apapun. Itulah keluarga. Keluargaku di rumah, dan di asrama.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Older Posts

About me

About Me

Nadhira KA, 21. An architecture student who loves photography and proudly be as a Gooner.

Follow Us

  • twitter
  • instagram
  • behance

Categories

  • Nadhira dan Cinta Pertama
  • karena kita; Axiora
  • kehidupan ITB
  • kepingan kenangan

Blog Archive

  • ▼  2023 (1)
    • ▼  November 2023 (1)
      • Unsent Letter - Untuk yang Terakhir Kalinya
  • ►  2020 (3)
    • ►  August 2020 (1)
    • ►  May 2020 (1)
    • ►  April 2020 (1)
  • ►  2019 (5)
    • ►  June 2019 (4)
    • ►  May 2019 (1)
  • ►  2018 (5)
    • ►  December 2018 (1)
    • ►  November 2018 (1)
    • ►  June 2018 (2)
    • ►  May 2018 (1)
  • ►  2017 (45)
    • ►  December 2017 (3)
    • ►  November 2017 (1)
    • ►  October 2017 (2)
    • ►  September 2017 (3)
    • ►  August 2017 (1)
    • ►  July 2017 (15)
    • ►  June 2017 (5)
    • ►  May 2017 (14)
    • ►  February 2017 (1)
  • ►  2016 (39)
    • ►  December 2016 (1)
    • ►  November 2016 (3)
    • ►  September 2016 (3)
    • ►  August 2016 (3)
    • ►  July 2016 (6)
    • ►  June 2016 (6)
    • ►  May 2016 (4)
    • ►  April 2016 (7)
    • ►  March 2016 (2)
    • ►  February 2016 (3)
    • ►  January 2016 (1)
  • ►  2015 (46)
    • ►  December 2015 (8)
    • ►  November 2015 (2)
    • ►  September 2015 (4)
    • ►  August 2015 (6)
    • ►  July 2015 (3)
    • ►  June 2015 (4)
    • ►  May 2015 (1)
    • ►  April 2015 (3)
    • ►  March 2015 (5)
    • ►  February 2015 (8)
    • ►  January 2015 (2)
  • ►  2014 (24)
    • ►  December 2014 (7)
    • ►  November 2014 (4)
    • ►  October 2014 (12)
    • ►  September 2014 (1)

Facebook

ThemeXpose