• Home
  • About
  • Contact
    • Mail
  • She Talks Football
  • Untuk Nadhira
Powered by Blogger.
facebook twitter instagram

encyclopedhira



VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) didirikan pada tanggal 20 Maret 1602, merupakan kongsi dagang asal Belanda yang pernah berkuasa di Indonesia.

Tujuan awal dibentuknya VOC adalah:
      a. Menghindari persaingan dagang tidak sehat diantara sesama pedang Belanda sehinggan keuntungan maksimal dapat diperoleh,
     b. Memperkuat posisi Belanda dalam menghadapi persaingan dagang dengan bangsa Eropa lainya,
       c. Membantu dana pemerintah Belanda yang sedang berjuang menghadapi Spayol yang masih menduduki Belanda.

Memang pada awalnya berniat untuk berdagang saja, namun seiring berjalannya waktu VOC berubah menjadi suatu momok menakutkan bagi bangsa Indonesia.

Meskipun sebenarnya VOC merupakan sebuah kongsi dagang saja, tetapi kongsi dagang ini istimewa karena didukung oleh negara dan diberi fasilitas-fasilitas sendiri yang istimewa. Misalnya VOC boleh memiliki tentara dan boleh bernegosiasi dengan negara-negara lain. Bisa dikatakan VOC adalah negara dalam negara.

VOC memiliki hak-hak istimewa yang diberikan oleh pemerintah Belanda, yaitu hak octrooi. Adapun isi dari hak octrooi sebagai berikut:
        a. Hak monopoli perdagangan,
        b. Hak mencetak dan mengedarkan uang,
        c. Hak mengangkat dan memperhentikan pegawai,
        d. Hak mengadakan perjanjian dengan raja-raja,
        e. Hak memiliki tentara sendiri,
        f. Hak mendirikan benteng,
        g. Hak menyatakan perang dan damai,
        h. Hak mengangkat dan memperhentikan penguasa-penguasa setempat,
         i. Hak memungut pajak.

Selama hampir 2 abad VOC berkuasa di Indonesia, yang dalam bahasa kasarnya berarti Indonesia dijajah oleh pedagang, akhirnya VOC dibubarkan oleh pemerintah Belanda pada 31 Desember 1799. VOC dibubarkan karena banyaknya pegawai yang  korupsi, dimana ini merupakan cikal bakal maraknya korupsi di Indonesia zaman sekarang, persaingan ketat dengan pedagang Eropa lainnya, dan terjerat banyak hutang karena pengeluaran yang besar untuk biaya peperangan.

Sejak saat itulah, Indonesia resmi diduduki oleh pemerintah Belanda.

Selain VOC, kongsi dagang yang pernah berkuasa di Indonesia adalah EIC (East India Company) yang merupakan kongsi dagang asal Inggris dan CDI (Compagnie des Indes) yang merupakan kongsi dagang asal Prancis.
Share
Tweet
Pin
Share
No comments

Kolonialisme dan imperialisme. Sekilas serupa, namun tak sama. Yang jelas membedakan adalah kolonialisme mengarah ke eksploitasi, sedangkan imperialisme lebih ke arah mengeksplorasi.

Dibalik kekejaman kolonialisme Belanda maupun meganya imperialism Kerajaan Inggris, akan selalu ada dampak positif maupun negatif. Dampak-dampak tersebut akan diuraikan sebagai berikut.

Dampak negatif dari kolonialisme dan imperialisme untuk bangsa Indonesia, dalam berbagai aspek kehidupan, seperti ekonomi, sosial, dan budaya, tidak jauh berbeda, yakni:
        a. Negara penjajah menjadi kaya, sedangkan negara yang dijajah menjadi miskin,
        b. Banyak korban berjatuhan,
        c.  Terjadinya kesenjangan sosial,
        d.  Pengeksploitasi besar-besaran sumber daya alam yang ada di Indonesia,
        e.  Campur tangan pihak asing terhadap urusan pemerintahan,
        f.   Munculnya istilah monopoli, 
 g.  Timbulnya kegelisahan, kekecewaan dan kebencian rakyat terhadap pemerintah kolonial yang menimbulkan perlawanan,
       h.  Makin meluasnya kebudayaan barat, sehingga kebudayaan tradisional mulai luntur,
        i.    Dan yang paling fatal, merupakan nenek moyang praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme di Indonesia.

Adapun dampak positif kolonialisme di Indonesia adalah:
        a.  Dapat menikmati jalan dan fasilitas dalam hal transportasi lainnya,
        b.  Muculnya banyak lapangan pekerjaan, 
  c.  Munculnya rasa persatuan dari rakyat Indonesia yang berkeinginan untuk merdeka,
        d.  Bangunan zaman kolonialisme dimanfaatkan sebagai museum sehingga dapat menambah devisa negara.

Yang terakhir, dampak positif imperialisme bagi Indonesia ialah:
        a.  Munculnya golongan terpelajar,
        b.  Dapat mengetahui cara bertanam yang baik, seperti irigasi/pengairan,
        c.  Bersama-sama membangun tata kota yang baik,
        d.  Mengenal sistem pendidikan yang baik.

Dari uraian di atas terlihat bahwa dampak negatif kolonialisme dan imperialisme lebih banyak daripada dampak positifnya. Karena pada dasarnya segala bentuk penjajahan haruslah dihapuskan, karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan. Penjajahan melanggar hak asasi manusia.

Namun, Tuhan tidak akan menimpa suatu kejadian kepada seseorang (dalam konteks ini bangsa Indonesia) melainkan ada suatu hikmah dibalik peristiwa tersebut. Yang harus kita pahami dan hayati adalah bagaimana kita menyikapinya dan bagaimana cara agar kita bisa bergerak maju menilik catatan sejarah bangsa Indonesia.

source: the internet, from many sites
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
The first time I got an event's committee as a multimedia section, in Kartini's Day 2015, which all of the committees are girls. Yeah we are para wanita kuat perkasa hoho.

I made certificate and helped Hana to make presentation for the closing ceremony. And the peak of the event will be held on 25 April 2015.

I admit being a multimedia committee is that hard, but I enjoyed hehe.

AND I, NO, WE WILL HAVE BIOLOGY EXAM ABOUT ARTHROPODS AND MOLLUSKS HAHAHA. ONE GENERATION WILL HAVE BIOLOGY EXAM AFTER ASAR PRAYER.

WISH US LUCK!
Share
Tweet
Pin
Share
No comments
Newer Posts
Older Posts

About me

About Me

Nadhira KA, 21. An architecture student who loves photography and proudly be as a Gooner.

Follow Us

  • twitter
  • instagram
  • behance

Categories

  • Nadhira dan Cinta Pertama
  • karena kita; Axiora
  • kehidupan ITB
  • kepingan kenangan

Blog Archive

  • ►  2023 (1)
    • ►  November 2023 (1)
  • ►  2020 (3)
    • ►  August 2020 (1)
    • ►  May 2020 (1)
    • ►  April 2020 (1)
  • ►  2019 (5)
    • ►  June 2019 (4)
    • ►  May 2019 (1)
  • ►  2018 (5)
    • ►  December 2018 (1)
    • ►  November 2018 (1)
    • ►  June 2018 (2)
    • ►  May 2018 (1)
  • ►  2017 (45)
    • ►  December 2017 (3)
    • ►  November 2017 (1)
    • ►  October 2017 (2)
    • ►  September 2017 (3)
    • ►  August 2017 (1)
    • ►  July 2017 (15)
    • ►  June 2017 (5)
    • ►  May 2017 (14)
    • ►  February 2017 (1)
  • ►  2016 (39)
    • ►  December 2016 (1)
    • ►  November 2016 (3)
    • ►  September 2016 (3)
    • ►  August 2016 (3)
    • ►  July 2016 (6)
    • ►  June 2016 (6)
    • ►  May 2016 (4)
    • ►  April 2016 (7)
    • ►  March 2016 (2)
    • ►  February 2016 (3)
    • ►  January 2016 (1)
  • ▼  2015 (46)
    • ►  December 2015 (8)
    • ►  November 2015 (2)
    • ►  September 2015 (4)
    • ►  August 2015 (6)
    • ►  July 2015 (3)
    • ►  June 2015 (4)
    • ►  May 2015 (1)
    • ▼  April 2015 (3)
      • VOC dan Kongsi Dagang Barat di Indonesia
      • Dampak Positif dan Negatif Kolonialisme dan Imperi...
      • Multimedia?
    • ►  March 2015 (5)
    • ►  February 2015 (8)
    • ►  January 2015 (2)
  • ►  2014 (24)
    • ►  December 2014 (7)
    • ►  November 2014 (4)
    • ►  October 2014 (12)
    • ►  September 2014 (1)

Facebook

ThemeXpose